Memaafkan Musuh

Selama masa kampanye, kepresidenan Abraham Lincoln harus sering berhadapan dengan kandidat lain dalam debat calon presiden. Saingannya di kala itu adalah seorang jaksa senior bernama Edwin McMasters Stanton. Stanton sangat membenci Lincoln dan sering mengeluarkan pernyatan apapun hanya untuk menjatuhkan Lincoln di mata masyarakat.

Setahun setelah dirinya terpilih sebagai presiden, Lincoln membutuhkan seorang Menteri Urusan Perang. Saat itu Amerika Serikat dilanda perang saudara sehingga posisi ini sangat penting dalam pemerintahan. Lincoln ternyata mengusulkan nama Stanton! Ajudannya berkata, “Anda membuat kesalahan Pak Presiden! Anda sudah tahu bagaimana orang itu selalu menjelek-jelekkan Anda di tengah masyarakat. Dia musuh anda!”

“Iya, tapi saya tahu dia adalah yang terbaik untuk posisi ini,” jawab Presiden Lincoln.

Stanton ternyata menerima tawaran tersebut. Pekerjaannya sangat baik Karen berhasil mengakhiri perang dan menyatukan kembali Amerika Serikat di bawah kepimpinan Lincoln.

Setelah terjadi pembunuhan terhadap Lincoln, Stanton berlutut di makam sang presiden dan berkata, “Kau adalah orang terhebat di dunia……”

“Aku menjadi sukses hari ini karena memiliki teman-teman yang percaya padaku dan aku tidak memiliki niat untuk membiarkan mereka terpuruk”.
Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat ke-16